SEJARAH YANG DI KABURKAN


Nama MALINAU pada masa kolonial Belanda adalah TIDOENGSCHE LANDEN / NEGARA TIDUNG.
Dan setelah Indonesia merdeka daerah ini bergabung dan masuk dalam wilayah kedaulatan Republik Indonesia penyebutannya berubah menjadi TANAH TIDUNG.
Pada masa inilah banyak sekali terjadinya upaya mengaburkan dan menghilangkan sejarah Malinau yang sebenarnya, seperti di hancurkannya bangunan rumah sakit dan kantor pemancar radio peninggalan kolonial belanda yang berada di Malinau.
Adapun peninggalan yang sengaja di hilangkan keberadaannya yaitu Tugu pahlawan yang dulunya terletak di simpang empat jembatan Malinau 1 sekarang, dan kini berada di halaman kantor kecamatan Malinau kota.
Identitas TANAH TIDUNG (Malinau) perlahan-lahan di hilangkan, salah satu peninggalan yang masih dapat kita lihat sekarang yaitu MASJID JAMI ANNUR yang sekarang di namakan MASJID BESAR ANNUR lebih di kenalnya dengan sebutan MASJID KUNING, peninggalan dari PANEMBAHAN AJI KUNING yang pertama kali mendirikan PAGUN SEBAMBEN dan sekarang di kenal dengan nama MALINAU KOTA.

Sejarah TANAH TIDUNG (Malinau) sekarang hanya dapat kita kenang melalui arsip dan catatan-catatan penting kolonial belanda tempo dulu.
Sekarang Malinau lebih di kenal dengan nama KABUPATEN KONSERVASI, yang pada mulanya adalah sebuah NEGERI yang besar dan di kepalai oleh seorang Raja yang bergelar PANEMBAHAN/PENAMBAN yang termasyhur, dengan ketegasannyalah ia dapat menyatukan suku suku ULUN DAUD yang berada di dalam wilayah NEGERI TIDUNG (Malinau) dan Melawan Penjajahan yang di lakukan oleh Kolonial Belanda, Hingga akhirnya beliau di asingkan di kepulauan seribu (PULAU TIDUNG)sekarang.


(DIMANA BUMI DI PIJAK DI SITU LANGIT DI JUNJUNG).

Comments

Popular posts from this blog

SINGAL TIDUNG HIASAN KEPALA HAS SUKU TIDUNG

PANEMBAHAN RADJA PANDITA