Sejarah Asal Usul Malinau Seberang
Pagun Malinau Sembial / Malinau Seberang
Melihat penduduk semakin hari semakin banyak yang membuka hutan baru tempat berladang dan berkebun di kuala sembuak sampai –sampai masuk kedalam Sungai Sembuak sampai Wared, akhirnya kuala sembuak di jadikan perkampungan yang baru.
Tahun 1932 keluarga dari Sesayap bernama Abdul Samad gelar Pangeran Muda bersama Ujang Kamar mudik ke Sebamben dengan maksud ikut berkampung di Kuala Sembuak.beliau memberi tahu Kapten Sisten maksud kedatangannya itu.tapi kapten sisten tidak berani mengambil keputusan atas permintaan tersebut.Beliau di sarankan untuk bertemu Panembahan Aji kuning.
Setelah pangeran mudah bertemu dengan Panembahan Aji Kuning ,beliau tidak keberatan dan menerima dengan baik atas maksud tersebut.Sedangkan teman Pangeran Muda yang bernama Ujang Kamar kembali ke Sesayap .
Melihat perkembangan penduduk semakin banyak yang berladang dan berkebun di Kuala Sembuak ,maka oleh Panembahan Aji kuning pemukiman di Kuala Sembuak dinamakan Pagun Malinau Sembial yang artinya Kampung Malinau Seberang.kenapa di namakan ,kerena:
1.yang pertama kali membuka daerah ini adalah warga penduduk dari Malinau kota(Sebamben) Tahun 1926.
2.letaknya persis berseberangan dengan Malinau Kota.saat ini Kampung Malinau Seberang menjadi Ibu Kota Kecematan Malinau Utara Kabupaten Malinau yang di hubungi sebuah jembatan penyeberangan dari Malinau Kota yang bernama jembatan Malinau satu.
Tapi kapten Sitsen menawarkan agar sebaiknya menemui Panembahan Aji kuning dan atas saran dari Kapten sitsen tadi, maka Pangeran Muda menemui Panembahan Aji Kuning untuk menyampaikan maksudnya. Karena Panambahan Aji Kuning menganggap Pangeran Muda ada hubungan kekeluargaan, maka beliau tidak keberatan dan menerima Pangeran Muda sekeluarga untuk ikut berkampung dan bertempat tinggal di Malinau Seberang, yang secara berangsur-angsur diikuti oleh keluarga lainnya dari Sesayap.
Tahun 1936 Panambahan Aji Kuning meninggal dunia dan dikebumikan di Telancat yaitu sebuah bukit kecil disebelah kiri mudik Sungai Sembuak yang sekarang masih digunakan menjadi lokasi Kuburan Muslimin.
Comments