DAYAK MERAP DALAM MEMORY SUKU TIDUNG
Suku Dayak Merap adalah
salah satu suku yang mendiami daerah Aliran Sungai Tidung (Das) yang merupakan
salah satu suku yang hijrah dari Hulu Sungai Bahau yang kemudian ikut bergabung
dan mendirikan Kampung di daerah Sungai Tidung dengan seizin Muhammad Ali Hanapiah gelar Radja Tua,yang pada waktu itu berkedudukan di alung sungoi
malinau,yang ditandai dengan Ritual Isap Dada dan sebagai bagian dari
(Empire)Kerajaan Tidung Malinau,sepenggal cerita turun-temurun tentang kerja
sama Muhammad Ali Hanapiah gelar Radja Tua bersama suku Dayak Merap tidak sampai
disitu saja.Mengingat kejadian penyerangan ke Daerah Lahad Datu (Malaysia) yang
dilakukan oleh Radja Tua dan Dayak Merap yang pada waktu itu Merap dipimpin oleh
LAING PANG dalam rangka membantu salah satu Kerabat Kerajaan Tidung terhadap
suluk,kerena kerajaan kerabat tersebut menganggap diperlakukan secara tidak
baik oleh suluk.kerabat Kerajaan Tidung mengirim utusan dalam rangka meminta
bantuan kepada Radja Tua.Permohonan bantuan penyerangan ditanggapi oleh Radja Tua
yang kemudian bersama-sama LAING PANG pimpinan suku merap berangkat membantu
kerabat Kerajaan Tidung.Penyerangan dilakukan melaui 2 lintasan yang telah
disepakati Darat dan Laut,kerena pada waktu itu suluk dianggap mempunyai
perkampungan didaratan dan terkenal dengan armada lautnya.Pada saat penyerangan suluk tidak mengatahui bahwa penyeranga Kerajaan Tidung terbagi menjadi dua jalur darat dan sungai Terjadilah pertempuran sengat sengit antar Kerajaan Tidung yang di bantu suku Merap berperang dengan suluk akhir suluk mampu di pukul mundur oleh Kerajaan Tidung dan sekutunya.Perjalanan pulang tersebut perahu Pimpinan Suku Dayak merap tertinggal kerana air laut yang surut
pada saat pertempuran.Oleh karena itu suku merap tidak asing bagi masyarakat Tidung Malinau karena mempunyai hubungan sejarah yang panjang sejak zaman nenek
moyang dahulu.
Catatan :apabila
memiliki kemiripan cerita sejarah dengan cerita diatas atau berbeda,cerita ini
tidak bermaksud merubah atau memiliki tujuan lain mungkin hanya cara penyampain
yang berbeda
Comments