MONUMEN TUGU PAHLAWAN MALINA
Monumen bukanlah sesuatu yang bernilai jika kita tidak mengenal sejarah
dan nilai-nilai yang ada pada suatu monumen, begitulah perkataan orang yang bijak.
Saya akan membagi sebuah sejarah yang mungkin
atau khususnya anak-anak muda di malinau
atau pun seseorang yang ingin menambah wawasan tentang malinau. sejuta cerita
begitulah saya gambarkan bagi kampung halaman saya MALINAU merupakan daerah yang ada di
prov.kalimantan utara, yang awal didiami oleh suku tidung dan beberapa suku lain,
yang telah menjadi masyarakat heterogen dan membentuk sebuah kabupaten. Sebelum terbentuknya NKRI (negara kesatuan republik
indonesia) malinau juga memiliki sejarah yang panjang. TUGU pahlawan, begitulah
orang-orang tua suku tidung menyebut sebuah bangunan beton yang tua yang kini
hanya bisa kita lihat sebuah duplikatnya saja, yang tepatnya di halaman kantor
camat malinau kota. TUGU PAHLAWAN yang dibangun oleh Letnan swisno komandan
PDM(Perwira distrik militer) dibuat untuk mengenang peristiwa bersejarah dimana pada waktu
pemerintahan Muhammad udang gelar AJI Nata Jaya menjadi kepala kampung dan
wakilnya muhammad untung. Kiyai waktu itu adalah Gusti abdurahman (Kiyai) pada
tanggal,17 desembser 1949 adalah hari bersejarah untuk malinau kota
,kerena waktu itulah bendera Belanda diturunkan dan bendera merah putih dinaikkan.pelakunya
ialah Datuk Muhamad Bin Datuk balindungan (kiyai),Aji kapitan,Aji saridin,Said
alwi,sedangkan penjaga keamanan waktu itu ialah Aji raden Midin,Agung dan
lain-lain dengan memegang senjatah tombak dan parang. Tanah tidung pada bulan
agustus 1950.sejak tahun 1950 sampai tahun 1962 tugu ini dipakai untuk
meletakkan karangan bunga pada hari
–hari bersejarah seperti 17 agustus ,10 nopember,dan 5 oktober.Tugu yang dulunya berada di persimpangan empat 4 jalan panambahan ,jembatan malinau dan jalan raja alam.untuk diketahui
bahwa tanah tidung khususnya malinau kota masuk ke zaman kemerdekaan pada
tanggal ,17 desember 1949 dan bulungan
tanggal,29 desember 1949,sedangkan di jakarta
di peroklamirkan kemerdekaan republik indonesia,17 agustus 1945. kemerdekaan bukanlah
kado manis yang diberikan oleh penjajah untuk tanah tidung melainkan hasil dari
perjuangan yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu

Comments