SEJARAH AWAL KAMPUNG LIYU MAYE
Bahwa situasi dan kondisi kampung dipulau mandul
tidak aman,maka disepakati pindah untuk mencari tempat pemukiman
baru,maka mereka menyebarang dan masuk kesebuah selat yang dalam bahasa
daerah tempat pemukiman ialah liyu.disana meraka menetapkan liye maye
atau selat besar,maye artinya besar,yang terletak dimuarah sungai tidung.mereka
memakai perahu bercadik dalam bahasa aslinya disebut DANDENG.
untuk ketahui bahwa pada waktu itu di
kalimantan timur ini belum ada kerajaan keculi kerajaan
kutai,tidung dan berunei sebagai mana terletak pada atlas sejarah indonesia dan
dunia oleh PT.Pembina Peraga,Penyusun Drs.Chalid
latif dan Drs. Lrwin Lay halaman 14 halaman 17 dan halaman 18.
selama bermukim di liyu maye
kerajaan tidung selalu mendapat gangguan dari laut
yaitu bajak laut dari philipina .selain gangguan keamanan
juga kedatangan rombongan dari pulau jawa yaitu maja pahit serta
dari berunai.
± abab ke xiii kapilah dari kerajaan berunai
dibawah pimpinan datuk lancang dengan ditemani panglima laut yang bernama
datuk laksamana tantalani singgah di kerajaan tidung.
kedatangan rombongan ini singgah di liyu maye serta
menyatakan ingin bersahabat.sehingga tamu di terima sebagai mana adat
istiadat yang berlaku di kerajaan tidung saat itu.sebagai tanda persahabatan
dan ucapan terima kasih,maka rombongan dari kerajaan berunai memberikan
sebagai tanda kenangan-kenangan berupa alat perang yang dinamakan LATAKA
atau meriam yang terbuat dari kuningan.
diantara itu itu ada yang dinamakan SITUNGGAL dan
DANDEM BIRAHI.
kenapa lantaka atau meriam tadi diberi nama SITUNGGAL
dan DANDEM BIRAHI,ceritanya demikian:
menurut kisah orang tua –tua si TUNGGAL di tembakan atau
dibunyikan satu kali saja saat rombongan dari berunai tadi
berangkat.tunggal artinya satu.kemudian DANDEM BIRAHI ditembak atau
dibunyikan saat rombongan tadi sudah jauh meninggalkan liyu maye,karena baik
yang ditinggalkan maupun yang berjalan keduanya merasa sedih dan haru
saat berpisah.DANDEM BIRAHI artinya sedih dalam hati antara
keduanya.
selain itu diberikan juga berupa alat-alat:
1.kesenian berupa gong,kulintangan yang terbuat dari
tembaga.kulintangan biasa disebut gemelan,mirip sejinis gong Cuma
kecil,dalam satu set berjumlah 12 buah,digunakan pada waktu irau yaitu acara
perkawinan dan lain sebagainya.
2.alat rumah tangga seperti ceret,periuk,baki (talam) dan
tempat peminangan (tempat ibu-ibu menaruh sirih yang dalam bahasa daerah
disebut SELAPA dan tempat meludah saat memakan sirih yang dinamakan
PELUJAN juga terbuat dari kuningan.
3.hiasan-hiasan seperti gelang tangan maupun gelang
kaki juga dari kuningan.kesemua jenis alat-alat tersebut diatas ,selain
diberikan juga di jual kepada yang berminat.sampai sekarang sisa-sisa alat
tersebut masih ada tersimpan .
Pada zaman kerajaan maja pahit juga sampai kedaerah
ini yang dapat kita buktikan dengan peninggalan benda-benda
tua seperti keris dan lain sebagainya.jadi pada masa RAJA MENTERI GUPPAN
kemakmuran negeri cukup dirasakan penduduk karena kampung /
kerajaan tidung liyu maye ramai dilalui para pedagang dari luar daerah.
Setelah beberapa lama
rombongan (kapilah) dari kerajaan berunai istirahat di liyu maye,mereka
meneruskan perjalanan ke arah selatan hingga sampai dimuarah sungai kayan terus menelusuri masuk
hingga sampai disaerah kediaman suku DAYAK HUPAN (kayan) yang waktu itu rajanya
bernama jawiru dan permaisurinya bernama suri lemlay.
Riwayat pertemuan
kapilah dari kerajaan berunai dengan raja dayak hupan (kayan) akan diuraikan
pada halaman selanjutnya karena pertemuan kedua suku inilah cikal bakal
keturunan kerajaan bulungan.
Beberapa tahun kemudian
menteri guppan usianya semakin lanjut,beliau ingin istirahat,maka sebagai
penggantinya diangkatlah keponakannya anak Raja Bagei yang bernama LAMBAT
dengan gelar RAJA LAMBAT.
Raja lamabat ini dikenal
dengan sebutan raja betanduk,karena
beliau ini mempunyai tanduk dibagian kepalanya,sehingga beliau selalu memakai
ikat kepala yang disebut dalam bahasa daerahnya (Tidung) SINGAL.
Mengingat keadaan
kampung liyu maye selalu dalam keadaan kurang aman,maka oleh raja lambat ingin
mencari tempat yang aman dan cocok untuk daerah pertanian,maka disepakati
kampung liyu maye di pindah ke BEKILAN.
Comments