SEJARAH ASAL KAMPUNG KUALA MALINAU

Perpindahan dari Tideng  Pale,sempat dua kali  mengambil tempat perkampungan yaitu SETIUD dan SAWANG PANGKU.kedua perkampungan ini tidak baik untuk menetap,maka dicarilah  tempat  yang baru.Mereka  mudik sampai di simpangan  sebelah  kiri mudik  yaitu Sungai  Malinau.
Pemukiman di  Kuala Malinau ini dimulai tahun 1187 hijriah (1776 masehi sampai tahun 1887 hijriah.Kampung Kuala Malinau dikenal dengan nama Pulau Sapi dibawah  Panembahan Radja Tua sempat dijabat 2 pimpinan,yaitu Panembahan Radja Tua dan Panembahan Radja Pandita.
Tahun 1273 hijriah (1853 masehi) Panembahan Radja Tua wafat  dan dimakamkan diseberang Kampung  Kuala Malinau ( sekarang diseberang  Desa Pulai sSapi) diatas gunung  dekat jembatan gantung  penyeberang dari desa pulau sapi kedesa  mentarang baru.Pada batu nisannya  tertulis aksara arab tahun 1273 hijriah .
Kampung Kuala Malinau biasa disebut  zaman dulu  pagun Alung  Malinau sekarang disebut pulau sapi,karena disebelah hulu desa pulau sapi,disana ada sebuah pulau kecil ialah  Pulau Lumbu. pada zaman Radja Tua ,Pulau ini tempat memilihara sapi,akhirnya disebut Pulau Sapi.
Pada zaman pemerintahan  Radja Tua,semua kepala Suku yang berada disepanjang Sungai Tidung  yang disebut LUN DAUD artinya ORANG HULU seperti LUN DAYE ,LUN TUBU yang mendiami Sungai Tidung dan Sungai Tubu simpang kiri mudik  Sungai Tidung.
Selain itu semua kepala suku yang  mendiami sungai malinau  seperti Lun Abai dan Lun Bau  yang berasal dari hulu sungai kayan.semua kepala suku ini dipersatukan dan dibuat suatu perjanjian persaudaraan yang disebut SEBILA.Perjanjian persaudaraan ini diikrarkan dengan isap darah satu sama  lainnya sehingga waktu itu aman tidak ada permusuhan diantara suku.
Untuk suku BAU  yang datang  dari sungai bahau di tanah buwa hulu sungai kayan,atas ijin dari  Radja Tua mendiami daerah langap hulu sungai malinau.
Persahabatan  dengan kepala SUKU  ABAI yang pindah dari semamu ke long gita di bawah  pimpinan kepala sukunya bernama BIKAS dan LAKAI kemudian dengan kepala SUKU PUNAN  TUBU dan kepala suku abay yang  mendiami  sentaban  dibawah pimpinan kepala suku bernama LABIT.selain itu kepala  suku abay yang mendiami LIDUNG KEMENCI bernama TUK LABAN UPAI.
Dengan adanya hubungan persaudaraan ini dengan semua kepala suku yang ada disekitar Kerajaan Tidung yang berkedudukan di Kuala Malinau dalam bahasa daerahnya alung malinau keadaan cukup baik dan aman ,sehingga masyarakat aman dari  gangguan AYAU yaitu penyerbuan tiba-tiba antara suku satu dengan suku lainnya untuk mengambil kepala.
Hal ini terhujud karena kebijakan panamban raja tua mempersatukan suku-suku yang ada disekitar kerajaan tidung sekaligus melindungi suku-suku yang  jumlahnya sedikit dari seragan musuh.
Menurut keterangan nara sumber,semasa kampung long malinau,masih saja ada gangguan bajak laut yaitu suku bajau dari philipina.begitu diketahui oleh panamban RADJA TUA,langsung memerintahkan sahabatnya ( Suku Punan) Ahli menyumpit bernama  MERAYANG untuk menyumpit musuh tersebut sehingga habis mati.
Kejadian ini terjadi di Kuala Sungai yang dinamakan  Sungai Lapang,karena perahu Bajak Laut itu disebut delapang dikumpulkan dalam Sungai tersebut.Akhirnya Sungai itu dinamakan sungai lapang yang lazim disebut sungai lapang dan tanjung disebelah hulunya di sebut lapang.

Setelah  Panembahan Radja Tua (M.Ali Hanapiah) meninggal dunia tahun 1273 hijriah ( 1853 masehi ) dinobatlah anaknya yang kedua benama AJI MUHAMMD SAPU dengan gelar PANEMBAHAN RADJA PANDITA.Perpindahan dari Tideng  Pale,sempat dua kali  mengambil tempat Perkampungan yaitu  SETIUD dan SAWANG  PANGKU.Kedua perkampungan ini tidak baik untuk menetap,maka dicarilah  tempat  yang baru.mereka  mudik sampai di simpangan  sebelah  kiri mudik  yaitu sungai  malinau.
Pemukiman di  kuala malinau ini dimulai tahun 1187 hijriah (1776 masehi sampai tahun 1887 hijriah.kampung kuala malinau dikenal dengan nama pulau sapi dibawah  panembahan raja tua sempat dijabat 2 pimpinan,yaitu panamban raja tua dan panamban raja pandita.
Tahun 1273 hijriah (1853 masehi) panamban raja tua wafat  dan dimakamkan diseberang kampung  kuala malinau ( sekarang diseberang  desa pulai sapi) diatas gunung  dekat jembatan gantung  penyeberang dari desa pulau sapi kedesa  mentarang baru.pada batu nisannya  tertulis aksara arab tahun 1273 hijriah .
Kampung kuala malinau biasa disebut  zaman dulu  pagun alung  malinau sekarang disebut pulau sapi,karena disebelah hulu desa pulau sapi,disana ada sebuah pulau kecil ialah  pulau lumbu.pada zaman raja tua ,pulau ini tempat memilihara sapi,akhirnya disebut pulau sapi.
Pada zaman pemerintahan  raja tua,semua kepala suku yang berada disepanjang sungai tidung  yang disebut LUN DAUD artinya ORANG HULU seperti LUN DAYE ,LUN TUBU yang mendiami sungai tidung dan sungai tubu simpang kiri mudik  sungai tidung.
Selain itu semua kepala suku yang  mendiami sungai malinau  seperti Lun Abai dan Lun Bau  yang berasal dari hulu sungai kayan.semua kepala suku ini dipersatukan dan dibuat suatu perjanjian persaudaraan yang disebut SEBILA.perjanjian persaudaraan ini diikrarkan dengan isap darah satu sama  lainnya sehingga waktu itu aman tidak ada permusuhan diantara suku.
Untuk suku BAU  yang datang  dari sungai bahau di tanah buwa hulu sungai kayan,atas ijin dari  Raja Tua mendiami daerah langap hulu sungai malinau.
Persahabatan  dengan kepala SUKU  ABAI yang pindah dari semamu ke long gita di bawah  pimpinan kepala sukunya bernama BIKAS dan LAKAI kemudian dengan kepala SUKU PUNAN  TUBU dan kepala suku abay yang  mendiami  sentaban  dibawah pimpinan kepala suku bernama LABIT.selain itu kepala  suku abay yang mendiami LIDUNG KEMENCI bernama TUK LABAN UPAI.
Dengan adanya hubungan persaudaraan ini dengan semua kepala suku yang ada disekitar kerajaan tidung yang berkedudukan di kuala malinau dalam bahasa daerahnya alung malinau keadaan cukup baik dan aman ,sehingga masyarakat aman dari  gangguan AYAU yaitu penyerbuan tiba-tiba antara suku satu dengan suku lainnya untuk mengambil kepala.
Hal ini terhujud karena kebijakan Panembahan Radja Tua mempersatukan suku-suku yang ada disekitar Kerajaan Tidung sekaligus melindungi suku-suku yang  jumlahnya sedikit dari seragan musuh.
Menurut keterangan nara sumber,semasa Kampung Long Malinau,masih saja ada gangguan Bajak Laut yaitu Suku Bajau dari Philipina.Begitu diketahui oleh p
Panembahan RADJA TUA,langsung memerintahkan sahabatnya ( suku punan) ahli menyumpit bernama  MERAYANG untuk menyumpit musuh tersebut sehingga habis mati.
Kejadian ini terjadi dikuala Sungai yang dinamakan  sungai lapang,karena perahu Bajak Laut itu disebut delapang dikumpulkan dalam sungai tersebut.Akhirnya Sungai itu dinamakan sungai lapang yang lazim disebut sungai lapang dan tanjung disebelah hulunya di sebut Lapang.
Setelah  panembahan Radja Tua (M.Ali Hanapiah) meninggal dunia tahun 1273 hijriah ( 1853 masehi ) dinobatlah anaknya yang kedua benama AJI MUHAMMD SAPU dengan gelar PANEMBAHAN RADJA PANDITA.

Comments

Popular posts from this blog

SEJARAH YANG DI KABURKAN

SINGAL TIDUNG HIASAN KEPALA HAS SUKU TIDUNG

PANEMBAHAN RADJA PANDITA